Batik Duplex on Radar Semarang

Radar Semarang – Jawa Pos
[ Jum’at, 05 September 2008 ]
Masuk Muri, Batik DUA SISI

SEMARANG–Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) kemarin menambah daftar rekor batik dua sisi (duplex).

Rekor yang tercatat atas nama Ir. Ignatius Hermawan ini tercatat sebagai rekor ke-3.378.

Pencatatan rekor digelar di kantor Muri di Jalan Perintis Kemerdekaan 275 Semarang. Senior Manager Muri Paulus Pangka menyerahkan piagam MURI kepada Hermawan yang datang bersama istrinya Sri Nansih dan putrinya Kamis (4/9) kemarin.

Kepada koran ini Hermawan menerangkan, teknik batik cap dua sisi yang dikembangkannya menggunakan alat Duplex device. Alat tersebut merupakan hasil penelitiannya selama 25 tahun bergelut di dunia batik tulis ,cap dan cetak.

“Hasilnya ialah batik dengan motif dan warna yang sama persis di kedua sisinya bahkan dengan presisi yang tepat. Saya berani mengklaim bahwa ini yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia,” ujar pria kelahrian Jakarta 22 Maret itu.

Ayah 4 anak itu menjelaskan, idenya kali pertama muncul selepas studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB) selesai pada 1981. Ia memang berobsesi meneruskan usaha batik orangtuanya. Sejak SMA, Hermawan bergelut dengan batik cap dan harus berhenti sementara karena kuliah.

Penelitiannya menghasilkan batik cap dua sisi sempat hampir gagal pada 2005. Ia sempat putus asa karena usaha yang dirintisnya sejak 1981 belum membuahkan hasil. Berkat ketekunan dan bakatnya di bidang batik, pertengahan 2006, ia berhasil membuat alat cetak membuat batik dua sisi dengan ukuran 107cm x 210cm.

Untuk menjaga haknya sebagai penemu, Hermawan telah mendaftarkan hak patennya ke Direktrat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Tak cukup sampai di situ, Malaysia yang sesumbar sebagai pemilik batik pun ditembusnya. Ia mendaftarkan hak patennya pada HAKI Malaysia. “Nyatanya mereka menerima. Terbukti bahwa mereka mengakui batik milik Indonesia.”

Saat ini batik cap dua sisi miliknya telah dijual baik di pasar lokal maupun internasional. Uniknya, Hermawan tak memberi banderol mahal pada batiknya. Untuk selembar batik dua sisi dengan bahan dasar kain katun, Hermawan memberi harga yang reasonable dan terjangkau. (dib/isk)

Advertisements